Semarang – Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September lalu memang telah usai.
Namun, ajang ini menyisakan cerita membanggakan, khususnya bagi kafilah asal Aceh.
Kemenangan spektakuler diraih oleh regu Fahmil Qur’an Putri Aceh pada babak final di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang.
Tim yang diperkuat oleh Izza Mushviya, Azka Dara Maulidya, dan Kayyisa Farras tersebut menyabet Juara 1 usai mengumpulkan skor tinggi 1.505 poin.
Tiga srikandi Aceh ini sukses mengungguli pesaing kuat dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Prestasi tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Aceh selama 45 tahun.
Sejak cabang Fahmil Qur’an pertama kali diperlombakan pada MTQ Nasional 1981, baru pada tahun inilah wakil Aceh berhasil merebut gelar juara pertama.
Keberhasilan mereka merupakan buah dari strategi pemetaan materi yang matang, pembagian tugas presisi, hingga penguasaan teknik menekan bel yang cepat.
Lantas, seperti apa strategi lengkap ketiga gadis Aceh ini hingga mampu menguasai panggung kompetisi tingkat nasional?
Pola Latihan Tanpa Jam Khusus Berbasis Target Harian
Menghadapi persaingan ketat di tingkat nasional, tim Fahmil Qur’an Putri Aceh tentu saja memiliki strategi tersendiri.
Dalam percakapan khusus bersama Serambinews.com secara daring, Selasa (22/9/2026), Izza Mushviya, salah seorang anggota dari tim Fahmil Quran Putri membagikan pengalaman timnya selama masa karantina hingga bersaing di panggung penyisihan dan final MTQ Nasional 2026.
Ia mengatakan, selama masa karantina, mereka menerapkan metode latihan yang fleksibel namun penuh kedisiplinan.
Izza dan temannya tidak mematok jam-jam latihan yang kaku, melainkan mengikat diri pada target penuntasan materi harian.
Fleksibilitas ini membuat mereka dapat belajar dengan kondisi pikiran yang tenang tanpa terbebani oleh tekanan waktu.
“Kalau soal pola latihan, tidak ada jam khususnya. Terserah mau belajar kapan pun, di waktu istirahat-istirahat, sisanya boleh belajar, boleh enggak, yang penting materinya habis,” ujar Izza kepada Serambinews.com, Selasa (22/9/2026).

