YOGYAKARTA, Posting Berita — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi meresmikan Smart Veterinary Teaching Farm (SVTF) UGM di Kalurahan Dengok, Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (5/9). Fasilitas ini bertujuan menjadi wahana utama dalam pembelajaran, penelitian berbasis pengalaman langsung, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kedokteran hewan yang modern dan berbasis teknologi cerdas.

Fungsi dan Kapasitas Smart Veterinary Teaching Farm

Koordinator SVTF FKH UGM, Dr. drh. Dinar Arifianto, M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan SVTF dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Saat ini, SVTF UGM telah mengelola sekitar 8.500 ekor ternak. Populasi ternak tersebut mencakup beragam jenis hewan, di antaranya sapi perah, sapi potong, kambing, domba, kuda, burung unta, dan berbagai jenis unggas. “Populasinya saat ini kurang lebih 8.500 ekor, terdiri dari sapi perah, sapi potong, kambing, domba, kuda, dan burung unta,” ujar Dinar.

Selain fasilitas peternakan, SVTF UGM juga dilengkapi dengan unit produksi pakan dan hijauan, serta sarana pengolahan hasil peternakan. Seluruh kegiatan yang berlangsung di fasilitas ini dirancang untuk mendukung tiga pilar utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi fokus utama FKH UGM.

Penguatan Pendidikan Veteriner dan Keterlibatan Industri

Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D., menegaskan bahwa keberadaan _teaching farm_ ini merupakan elemen krusial dalam pendidikan kedokteran hewan. Hal ini selaras dengan rekomendasi dari _World Organisation for Animal Health_ (WOAH) yang menyarankan institusi pendidikan kedokteran hewan untuk memiliki fasilitas yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan hewan. “Pendidikan kedokteran hewan itu membutuhkan wahana untuk para mahasiswa melakukan _hands-on_ kepada hewan-hewan produksi di masyarakat,” jelas Teguh.

Melalui fasilitas SVTF UGM, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung berbagai aspek, mulai dari proses produksi, kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, hingga manajemen peternakan secara komprehensif. Teguh menambahkan, SVTF UGM tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan perguruan tinggi dengan industri, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi ini terwujud dalam kerja sama dengan PT Sido Agung Group dan PT Juang Jaya Abdi Alam untuk pengembangan sapi Brahman Cross.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., memberikan apresiasi tinggi terhadap pengembangan SVTF UGM sebagai model pendidikan kedokteran hewan yang lebih aplikatif. Menurutnya, _living lab_ seperti SVTF UGM mampu memperkuat hilirisasi pendidikan dan penelitian, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat di dalamnya. “Dedikasi dari Fakultas Kedokteran Hewan untuk mendidik dan menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan dalam bentuk yang lebih _applied, hands-on_, ini suatu hal yang luar biasa,” tuturnya.

Dampak Positif bagi Masyarakat Gunungkidul dan Proses Peresmian

Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menilai bahwa kehadiran SVTF UGM memberikan manfaat signifikan, tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Gunungkidul. Ia menyatakan bahwa fasilitas pembelajaran yang dimiliki oleh FKH UGM ini berperan sebagai penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis peternak di lapangan. “Kehadiran fasilitas SVTF di Kalurahan Dengok pada hari ini adalah kado terindah, tidak hanya bagi UGM tetapi juga bagi kemajuan peternakan di daerah Gunungkidul,” pungkasnya.

Wibawanti berharap agar SVTF UGM dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak di Kalurahan Dengok dan seluruh wilayah Gunungkidul. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka di bidang peternakan serta kesehatan hewan, yang pada akhirnya akan menunjang roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Kami berharap agar para peternak di Kalurahan Dengok dan seluruh Gunungkidul dapat belajar meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan keahlian kedokteran hewan modern untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka,” harapnya.

Peresmian SVTF UGM merupakan bagian integral dari rangkaian acara Dies Natalis ke-80 atau Lustrum ke-16 FKH UGM. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dekan FKH UGM, Prof. Teguh Budipitojo, dan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis empat ekor sapi serta empat ekor kambing kepada delapan warga sekitar melalui program gaduhan. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan penanaman pohon oleh jajaran dekanat FKH UGM, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM.