BANJARNEGARA, 22 September 2026 — Produk mebel Nuhwanto, seorang warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, berhasil menembus pasar hingga ke luar Jawa Tengah. Pencapaian ini merupakan hasil dari program pelatihan ekonomi produktif yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Banjarnegara. Keberhasilan ini tidak hanya memperluas jangkauan penjualan produk Nuhwanto, tetapi juga menjadikannya seorang instruktur bagi mustahik lain yang berupaya mencapai kemandirian ekonomi.
Perluasan Pasar dan Peran Nuhwanto sebagai Instruktur
Saat ini, usaha kerajinan mebel milik Nuhwanto memproduksi beragam jenis kerajinan berbahan kayu, termasuk pemanfaatan limbah kayu. Produk-produk yang dihasilkan meliputi meja makan, kusen, pintu, talenan, tatakan masak, kandang merpati, hingga kandang anak domba Batur. Kualitas dan keunikan produknya telah menarik minat pasar yang luas.
“Alhamdulillah produk kami diminati pasar. Pemasaran semakin luas, tak lagi terbatas di Banjarnegara, tetapi menjangkau berbagai daerah seperti Sragen, Boyolali, Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang,” ujar Nuhwanto saat ditemui di tempat usahanya pada Senin (21/9/2026).
Pengembangan usaha Nuhwanto juga didukung oleh pemanfaatan kembali modal peralatan yang diperoleh dari Baznas. Peningkatan permintaan produk mendorongnya untuk terus mengembangkan peralatan sesuai kebutuhan produksi.
Selain mengembangkan usahanya sendiri, Nuhwanto kini dipercaya oleh Baznas untuk menjadi instruktur dalam program pelatihan ekonomi produktif. Ia berbagi pengalaman dan pengetahuannya berdasarkan proses yang telah dilaluinya. “Semoga mereka juga bisa sukses dan mandiri,” imbuhnya.
Komitmen Baznas dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wakil Ketua Baznas Kabupaten Banjarnegara Bidang Pengumpulan, Nurul Aini, menyatakan bahwa perkembangan usaha Nuhwanto merupakan indikator keberhasilan program pemberdayaan ekonomi Baznas. “Pak Nuhwanto bisa menjadi inspirasi. Beliau bisa membuka lapangan kerja, jadi selaras dengan misi Baznas yang semula mustahik menjadi muzaki,” jelas Nurul.
Pada tahun 2026 ini, Baznas Banjarnegara kembali melaksanakan Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif. Program ini mencakup empat bidang keahlian, yaitu pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering, dan barista kopi. Setiap bidang diikuti oleh 15 peserta, sehingga total peserta pelatihan berjumlah 60 orang.
Di samping pelatihan dan pemberian bantuan alat, Baznas turut menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik. Setiap penerima mendapatkan sepasang kambing, jantan dan betina, yang diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha peternakan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

