SEMARANG — Kerukunan antarumat beragama dapat dibangun dari hal sederhana, salah satunya melalui persahabatan tanpa membedakan latar belakang. Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriyansyah Soemarmo, saat menghadiri Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama bertajuk “Goes to School” di SMAN 12 Kota Semarang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang dan Kesbangpol Kota Semarang tersebut diikuti para siswa kelas XI dan XII. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di kalangan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Gumilang Febri mengajak para siswa untuk tidak menjadikan perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sebagai batas dalam membangun pertemanan.
“Bersahabat dan berteman itu gak boleh pilih-pilih. Semua harus dijadikan teman, apa pun latar belakangnya. Karena dengan bersahabat, ke depan kita akan menjadi saudara. Kalaupun tidak saudara seiman, setidaknya kita saudara dalam kemanusiaan,” ujar pria yang akrab disapa Febri itu.
Menurutnya, persahabatan menjadi salah satu cara paling sederhana untuk belajar memahami keberagaman. Melalui interaksi dan pergaulan yang terbuka, generasi muda dapat mengenal perbedaan secara langsung sekaligus membangun sikap saling menghargai dan menghormati.

“Ketika kita mau membuka ruang pertemanan dengan siapa saja, kita belajar memahami perbedaan secara langsung. Dari sana tumbuh rasa saling menghargai, saling menghormati, dan pada akhirnya membangun rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Gumilang mengatakan, nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu di tengah keberagaman masyarakat. Perbedaan keyakinan, agama, suku, maupun latar belakang sosial, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh.
Terlebih, para siswa kelas XI dan XII dalam waktu dekat akan meninggalkan bangku sekolah dan memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. Karena itu, nilai kerukunan dan toleransi dinilai penting untuk menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kerukunan bukan hanya tentang bagaimana kita menerima perbedaan, tetapi juga bagaimana kita tetap bisa bersahabat di tengah perbedaan tersebut,” tutur Febri.
Ia berharap kegiatan Goes to School FKUB Kota Semarang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bahwa keberagaman bukan sekadar sesuatu yang harus diterima, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Ketika persahabatan mampu melampaui sekat-sekat perbedaan, kita tidak lagi sekadar melihat siapa yang berbeda dengan kita. Kita mulai melihat bahwa pada akhirnya, kita semua adalah bagian dari keluarga besar kemanusiaan,” pungkasnya.

