SEMARANG, Ramdhan Yurianto, seorang mantan pengemudi ojek online, resmi meraih gelar doktor pada Program Doktor Studi Islam UIN Walisongo Semarang setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka pada Rabu, 30 September 2026. Pencapaian ini menandai puncak perjuangan akademiknya yang panjang, sekaligus menjadikannya doktor ke-456 yang diluluskan oleh UIN Walisongo.
Ujian terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. Beliau secara resmi menetapkan Ramdhan sebagai lulusan doktor Studi Islam. “Kepadanya diberi gelar Doktor Studi Islam, dan merupakan doktor ke-456 yang telah diluluskan oleh UIN Walisongo,” ujar Prof. Musahadi.
Perjalanan Akademik dan Perjuangan Hidup
Gelar doktor ini merupakan penutup perjalanan akademik Ramdhan selama 12 tahun di UIN Walisongo, meliputi jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang mahasiswa yang sejak awal kuliah harus membagi waktu antara belajar dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan.
Sebelum menjajaki karier sebagai dosen, Ramdhan pernah melakoni berbagai pekerjaan. Saat menempuh pendidikan sarjana pada 2015 hingga 2017, ia berjualan bubur bayi sehat di kawasan Ngaliyan. Selanjutnya, ia membantu usaha katering pada akhir pekan, menjadi pengemudi ojek online dari 2017 hingga 2019, dan mengajar les privat bagi anak-anak sekolah.
“Saya memang terbiasa kuliah sambil bekerja. Apa pun pekerjaan yang halal saya jalani untuk membantu kebutuhan hidup dan pendidikan,” tuturnya.
Pada tahun 2016, Ramdhan juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program kewirausahaan di Universitas Kebangsaan Malaysia, sebuah program yang difasilitasi oleh UIN Walisongo. Setelah lulus sarjana pada 2019, ia melanjutkan pendidikan magister di kampus yang sama sembari bekerja sebagai customer service di Indosat Semarang. Kesibukan antara kuliah dan pekerjaan ini dijalaninya hampir setiap hari.
“Saya kerja dari jam 16.00 sampai sekitar jam 02.00 dini hari. Sampai kos sekitar jam 02.30, tidur sebentar, lalu pagi kuliah lagi. Saya tidur secukupnya karena harus kuliah sambil bekerja,” kenangnya.
Kondisi ini bahkan berlanjut setelah ia menikah. “Saya tidur istri sudah tidur, saya bangun istri sudah tidak ada karena sudah berangkat mengajar. Hampir satu tahun seperti itu,” katanya.
Kerja keras dan dedikasi Ramdhan membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister sebagai mahasiswa terbaik, yang kemudian mengantarkannya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi doktoral.
Pada tahun 2022, karier akademiknya mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Ramdhan diterima sebagai dosen luar biasa Bahasa Arab di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga dipercaya menjadi Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Arab serta tutor Universitas Terbuka.
Meskipun demikian, padatnya jadwal akademik dan tanggung jawab pekerjaan sempat memperlambat penyelesaian studinya. Sepanjang tahun 2023 hingga 2024, fokus Ramdhan banyak tersita untuk mengembangkan program studi baru, mengurus akreditasi, mengajar, meneliti, melakukan pengabdian kepada masyarakat, hingga menjadi reviewer jurnal dan juri berbagai kegiatan bahasa Arab.
“Saya sempat down dan hampir menyerah,” ungkapnya.
Dalam masa sulit tersebut, Ramdhan mengaku mendapat dukungan penuh dari orang tua, istri, dan mertua untuk kembali fokus menyelesaikan studinya. “Bagi saya, kerja keras, ridho orang tua, dan pasrah kepada Allah adalah kunci menjalani semua proses ini,” ujarnya.
Pada tahap akhir penyusunan disertasi, Ramdhan harus rutin bolak-balik Purwokerto-Semarang untuk menyelesaikan berbagai tahapan akademik. “Saya sering begadang sampai malam bahkan sampai pagi untuk memastikan disertasi selesai. Dari ujian proposal, komprehensif sampai ujian terbuka saya jalani dengan semangat. Sudah tidak terhitung tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan. Semata-mata mengharap ridho Allah,” jelasnya.
Penelitian tentang Kemahiran Berbahasa Arab Santri
Dalam ujian terbukanya, Ramdhan mempertahankan disertasi berjudul “Pemerolehan Maharah Al-Kalam Berbasis Bi’ah Lugawiyyah dan Interaksi Sosial: Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Darunnajat Pruwatan Brebes”.
Sidang promosi ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. selaku ketua sidang, dengan Prof. Dr. H. Suparman, M.Ag. sebagai sekretaris. Disertasi Ramdhan dibimbing oleh Prof. Dr. Ahmad Ismail, M.Ag., M.Hum. sebagai promotor dan Dr. H. Ahmad Maghfurin, M.Ag., M.A. sebagai kopromotor. Tim penguji terdiri atas Dwi Santoso, Ph.D., Dr. H. Alis Asikin, M.A., Dr. H. Mahfudz Siddiq, Lc., M.A., dan Dr. Naifah, S.Pd.I., M.S.I.
Penelitian ini berawal dari pertanyaan mendasar: Mengapa sebagian pesantren berhasil menciptakan santri yang aktif berbicara bahasa Arab, sementara pesantren lain dengan program serupa memiliki hasil yang berbeda? Untuk menjawab pertanyaan ini, Ramdhan meneliti praktik pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Modern Darunnajat Pruwatan Brebes. Ia melakukan observasi, wawancara, dan pengumpulan data dari pengasuh, ustaz, pengurus bahasa, serta para santri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bahasa Arab tidak hanya terbentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan pesantren yang mendorong santri menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari. Di pesantren tersebut, santri tidak hanya belajar teori bahasa Arab, tetapi juga mempraktikkannya dalam percakapan harian, pidato, debat, pemberian kosakata, dan berbagai kegiatan kebahasaan lainnya.
Penelitian ini mengidentifikasi lima kegiatan utama yang paling berperan dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab, yaitu muhadatsah (percakapan), muhadharah (pidato), ilqa’ al-mufradat (pemberian kosakata), tasyji’ al-lughah (penguatan penggunaan bahasa), dan munazarah (debat bahasa Arab).
Menurut Ramdhan, kombinasi berbagai kegiatan tersebut menjadikan santri lebih terbiasa menggunakan bahasa Arab, lebih percaya diri dalam berbicara, dan lebih mampu menyampaikan gagasan secara lisan. Berdasarkan temuan ini, ia merumuskan Model Language Immersion Pesantren, sebuah model pembelajaran yang menekankan pentingnya keterpaduan lingkungan bahasa, interaksi sosial, dan praktik komunikasi dalam kehidupan sehari-hari santri.
Gelar doktor yang diraihnya merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh kerja keras dan dukungan keluarga. Dari berjualan bubur bayi, menjadi mantan pengemudi ojek online, bekerja di perusahaan telekomunikasi, hingga akhirnya mengajar sebagai dosen, semua proses ini membentuk bagian dari perjalanan yang mengantarkannya menyandang gelar doktor. “Kerja keras, ridho orang tua, dan pasrah kepada Allah merupakan kunci yang selalu saya pegang sampai hari ini,” pungkas Ramdhan.
Inspirasi dari Kisah Perjalanan Dr. Ramdhan
Secara terpisah, Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Ramdhan Yurianto dalam menyelesaikan studi doktoralnya. Menurut Prof. Muhyar, berbagai tantangan yang dihadapi Ramdhan selama menempuh pendidikan telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh, ulet, dan pantang menyerah.
Prof. Muhyar menilai perjalanan hidup Ramdhan dapat menjadi inspirasi berharga bagi generasi muda Indonesia. Berbagai pekerjaan yang pernah dijalaninya di sela-sela kuliah membuktikan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan. “Jangan pernah percaya dengan jalan pintas. Jalan pintas hanya akan menjadikan segalanya melintas tanpa bekas. Sebaliknya, proses yang benar dalam belajar menjadikan seseorang tumbuh secara normal dan penuh penghayatan. Setiap pengalaman adalah pembelajaran untuk masa depan,” ujar Prof. Muhyar.
Menurutnya, pengalaman hidup yang beragam justru menjadi modal penting bagi seseorang untuk berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki semangat belajar dan daya juang seperti yang telah ditunjukkan oleh Dr. Ramdhan. “Negeri ini membutuhkan lebih banyak pemuda seperti Dr. Ramdhan. Pemuda seperti Dr. Ramdhan inilah yang bisa diandalkan untuk memajukan bangsa dan negara kita saat ini,” pungkasnya.

